Postingan

wahai kekasih

sesekali hatiku terketuk merindukanmu bergeming pelan menuju selasar rumahmu malam ini hujan begitu lekat angin membawaku ke sebuah cangkir kopi bayangmu seketika memenuhi isi pikiranku menari nari dengan lantang wahai kekasih,  rembulan mengiranya aku sedang berangan nampaknya kini aku tengah disergap kesepian kesiur angin menghela desiran ombak menjadi pelengkap sebagai penawar atas rinduku kepadamu

ujian tengah semester

pukul tujuh malam; semua dituntut untuk belajar untuk mendapatkan nilai yang berbinar atmosfer keambisan merekah di langit malam pukul sembilan malam; riuhan semangat menggebu perlahan hilang  pun meninggalkan buku yang telah usang pukul sebelas malam; segelintir manusia mulai beranjak  dari tempatnya.. desiran angin mulai menelusup di berbagai ruang dan, dini hari.. sebentar lagi mulai berdatang 22 okt 2021

tentang waktu

heii, apa kabarmu aku merenung mendengar ucapanmu kala itu dari sekian waktu yang lalu aku cukup untuk berlari, dan sekarang aku mulai berhenti aku akan kembali, tuk menyelesaikan semua diary depresi ku aku tau akan berakhir duka namun aku begitu paham, dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja 06 jan 2022

semburat pilu mata ibu -

semburat pilu nampak pada mata ibu menghelaku ke dalam pelukan rindu kujaga setiap detik meski aromanya sembilu seiring waktu yang terus berlalu kala suka, kubasuh pilu mata ibu agar aku ingat di dunia hanya bertemu kala duka, kubasuh pilu mata ibu sebagai penutup luka di kala sendu sesungguhnya semburat pilu mata ibu, ialah landasan cakrawala hidupku 06 jan 2022

ungkapan -

telah datang, pada sepertiga malam yang agung seorang hamba terpaku dalam sujudnya mencapai titik terendah pada tuhan-Nya menetes airmata untuk kesekian kalinya kepada perkara yang duka bersimpuh duduk dalam keheningan lantas menengadahkan kedua telapak tangan  mengukur seberapa dekat ia dengan tuhan lantunan permohonan doa menyeruak di langit bulan baginya tuk menggapai secercah kehidupan demikianlah tugas seorang hamba, tuk mencegah dari terbelenggunya dunia dari hamba yang berdusta  pada tuhan yang maha perkasa 29 des 2021

pengakuan -

aku ingin menyampaikan suatu hal  tentang waktu yang terlanjur pergi dan tak dapat terulang kembali mungkin, bagimu tak sekadar dari burung yang berkicau mengacuhkanku untuk kesekian kali aku paham dengan sikapmu yang begitu semata mata hanya untuk menyadarkanku dari kebencian dan kekecewaan yang tak berkesudahan  namun, tetap saja akulah yang paling egois dalam rangkaian peristiwa ini di butakan oleh perapian cinta lantas hilang begitu saja, perihal luka yang menganga bersemayam di atas lantai pualam kumohon sekali lagi, izinkanlah aku untuk memperbaikinya merajut luka dengan kasih cinta membuka lembaran baru yang masih tersisa kepada tuhan yang menentukan nasib para hambanya 07 nov 2021 

kau, aku, setahun lalu -

ini kisah yang menyebalkan; melalui pertemuan yang tak diharapkan beradu dalam keraguan dikala semua yang telah runyam sejak saat itu, bayangmu slalu beterbangan didalam kamarku mencoba membuka peluang untuk kedua kalinya namun, ku bersikeras untuk mengacuhkanmu mengangguk pergi tanpa ragu dibalik pintu kamarku pada waktu itu 27 okt 2021