wahai kekasih
sesekali hatiku terketuk merindukanmu
bergeming pelan menuju selasar rumahmu
malam ini hujan begitu lekat
angin membawaku ke sebuah cangkir kopi
bayangmu seketika memenuhi isi pikiranku
menari nari dengan lantang
wahai kekasih,
rembulan mengiranya aku sedang berangan
nampaknya kini aku tengah disergap kesepian
kesiur angin menghela desiran ombak
menjadi pelengkap
sebagai penawar atas rinduku kepadamu
Komentar
Posting Komentar